Proses Rekaman 60% Saint Loco, Juli album baru.

Ada kabar dari Gilbert, basis Saint Loco. Band hip metal asal Jakarta ini  akan mengeluarkan album baru bulan Juli besok. Katanya akan lebih anthem, jack!

“Kami pengennya album ketiga ini jadi  anthem. Enak buat dinyanyiin bareng-bareng. Semua jadi bisa ikutan nyanyi kalo Saint Loco main,” bilang Gilbert, yang dihubungi lewat telepon.

Untuk mewujudkannya anak-anak Saint Loco mencoba menyatukan referensi. Berjaga-jaga biar saat nge-jam semua punya yang taste yang sama. “Kami dengerin yang ringan-ringan. Yang nggak terlalu metal, yang masih bisa dinyanyiin. Misalnya The Pillar, Bullet For My Valentine, Kill Switch Engage,”ujar Gilbert lagi.

Sejauh ini  proses rekaman udah berjalan 65 persen. Rekaman instumennya udah rampung 11 lagu. Tapi menurut Gilbert semunya masih mentah. Belom diisi sama  layer dan sound lainnya. Vokalnya juga masih belum diisi. Masih dalam tahap penggodokan.

“Pengennya sih Juli. Aransemen semuanya udah oke. kaliopun ada perombakan mungkin cuma ngerubah nada. Doain aja biar Juli udah selesai,” tutup cowok berbadan cukup ramping ini. (boim)

kunjungi juga

banner cool

my blog

Desta “Club Eighties”: Hantu Goyang Ranjang

Otak boleh bocor, kelakuan boleh petakilan. Tapi, begitu udah terjebak dalam situasi horor, segokil apapun seseorang biasanya langsung trauma! Seperti Desta

Masih ngomongin soal hantu. “Dulu gue pernah nganterin mantan pulang. Di tengah jalan menuju ke rumahnya, gue ngeliat anak kecil, cewek. Gue pikir anak kecil biasa. Eh, pas pulang gue ketemu lagi sama dia. Pertemuan yang lebih serem karena dia tau-tau loncat ke tengah jalan, tanpa ekspresi. Mukanya dingin! Gue langsung merinding dan ngebut. Abis itu gue mati-matian nyoba buat ngelupain muka tuh anak,” cerita Desta, seru.

Halah! Baru ngeliat hantu anak kecil aja segitu takutnya?! Biar statusnya hantu, tapi dia kan masih kecil! “Hmmmm, sebenarnya gue nggak takut-takut amat sih sama hantu anak kecil itu,” Desta ngeles. “Soalnya, ada lagi kejadian yang lebih horor yang pernah gue alami.”

“Waktu gue lagi tidur pules, gue pernah ngerasain tempat tidur goyang-goyang mendadak. Gue langsung sadar, cuma nggak berani buka mata. Abis, goyangannya aneh! Batin gue bilang, kalo gue buka mata pasti bakal ngeliat hantu. Tapi, lama-lama gue nggak tahan. Gue beraniin diri buat melek. Dan begitu melek…. Das!”

Kenapa? Muka tuh hantu tepat di depan muka Desta?

“Nggak. Ternyata nggak ada hantu, sob! Tempat tidur gue goyang karena emang lagi gempa bumi, hahaha….” (Atha)

Jesus’ Metalcore THE DEVIL WEARS PRADA

Perkenalkan, band metalcore asal Dayton, Ohio, Amrik!

Band ini diperkuat oleh Mike Hranica (vokal), James Baney (keyboard), Jeremy DePoyster (gitar), Chris Rubey (gitar), Andy Trick (bass), dan Daniel Williams (drum). Keistimewaan band ini adalah: kendati mainin musik metalcore, lirik mereka lekat dengan pesan keagamaan.

“Ya, kami memang bangga bikin lirik yang dekat dengan Yesus. Kami yakin, apapun media yang kami gunakan untuk menyerukan pesan-Nya, bisa membawa kebaikan di dunia. Makanya, kami nekat maju dengan konsep Christian metalcore,” repet Mike, serius.

Meski baru terbentuk tahun 2005, band yang mengambil namanya dari judul sebuah film dan novel yang lumayan popular ini lumayan produktif bikin album. Total jenderal, sudah tiga album dirilis. Album perdana, Patterns of Horizon (2005) dilepas secara independen. Sementara, dua album berikutnya, Dear Love: A Beautiful Discord (2006) dan Plagues (2007) dirilis di bawah label Rise Records.
Untuk ukuran band metalcore baru, The Devil Wears Prada lumayan direken oleh pecinta musik Amrik. Karya-karya mereka banyak yang jadi sorotan. Bahkan, saking ngetopnya lagu-lagu mereka, banyak yang diikutsertakan dalam kompilasi metal dunia. Mulai dari album popular kayak MTV Headbangers Ball sampe kompilasi metal kelas indie.
Tertarik sama band yang satu ini? Coba klik http://thedevilwearspradaband.com.

Rabu 16 April 2008 @ New Stardust Cafe Seringai Showcase

Its head-banging time!

Seringai Showcase @ NEW Stardust Cafe
Start: 19 April 2008
Location: New Stardust Cafe,lantai 14, Sarinah Thamrin
Time: 5-10 pm
5-10 pm

Performances by:

- Seringai
- Fall
- Killed by Butterfly
- The Authentics
- whisperdesire
- THE AFTERMILES
- First Plan

IDR. 25.000
Lots of Seringai merchandise sold in venue! Bring extra cash!

Paramore: Band 100 Persen!

Dituduh bukan band, masuk nominasi Grammy, dan dibanding-bandingkan dengan Avril Lavigne. Huh! Mari berkenalan dengan Paramore

Foto cewek di band ini ngegemesin, kan? Hayley Williams, begitu nama nih cewek, emang cantik dan menarik. Apalagi pas melihat aksinya yang enerjik di atas panggung. Dengan tarikan suaranya yang juga oke, dijamin langsung kepincut!

Ya, dia adalah vokalis dari band pop punk paling diomongin saat ini : Paramore. Selain Hayley, band asal Tennessee, Amerika Serikat, ini juga diperkuat oleh Josh Farro (gitar), Jeremy Davis (bas), dan Zac Farro (drum).Bisa jadi, tiga cowok ini merupakan orang yang sangat beruntung bisa satu band dengan cewek sekece Hayley. Hehehe…

Bukan apa-apa, percaya atau nggak, memiliki personil kayak Hayley ini jelas menguntungkan buat sebuah band. Tapi, ada nggak enaknya juga.

Mereka mengaku sempat sangat frustasi dengan perlakuan media Inggris, misalnya, yang hanya menaruh Hayley seorang diri di cover majalah. Ya, media seakan nggak perduli akan personil lainnya, dan menganggap kalo Paramore adalah Hayley seorang.

“Rasanya nggak adil. Personil yang lain seharusnya mendapatkan eksposure yang sama,” ujar cewek berambut merah ini, (sok) sebel. Tapi mau diapain lagi? Sosoknya emang cukup iconic.

Namun begitu, bukan berarti mereka terima begitu saja dan nggak melakukan apa-apa. Ya, saking sebalnya, band ini membuat kaos yang bertuliskan PARAMORE IS A BAND, yang mereka pakai saat tampil di Inggris.

Hahaha…Untung kondisi kayak gini nggak berlangsung juga di Amerika. Di negara asalnya, Paramore diterima penuh sebagai sebuah band. “Melegakan,” sahut, Hayley.

Sekarang kita ngomongin musik.  Jujur, kalo melihat penampilan mereka yang selalu fashionable, kita malah menyangsikan kemampuan mereka bermain musik. Jangan-jangan mereka cuma band yang lebih perduli sama model rambut dan gaya berpakaian ketimbang musik. Tapi itu salah besar.

Read More…

Hayley Williams “Paramore”: Dituduh Ngekor Avril

Dituduh mirip Avril Lavigne udah jadi makanan sehari-hari buat Paramore. Hal ini jelas gara-gara sosok Hayley Williams, yang mungkin mengingatkan kita akan Avril.

Bahkan nggak jarang penonton konser mereka berteriak-teriak meminta mereka memainkan lagu Sk8er Boi. Entah bercanda atau serius, nggak jelas juga. Untung Hayley dan teman-temannya cuek dan santai menyikapi hal ini. “Kami biasanya menyikapi hal itu dengan bercanda,” ujar Hayley.

Josh bahkan bercerita, terkadang Hayley benar-benar menyanyikan Sk8er Boi di tengah-tengah lagu. Yang lebih kocak lagi, Zac menambahkan, Hayley ngomong ke penonton kalo mereka berhenti memainkan lagu itu di tur kemarin. Tapi mereka bakal menggantinya dengan memainkan Complicated.

Hal-hal kayak gini jelas membuat para penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Meskipun begitu, Hayley jujur mengatakan kalo dia nggak nyaman sama kondisi ini. Dia merasa cuma gara-gara sama-sama cewek dan masih muda, mereka selalu dibandingkan.

“Aku nggak suka kalo orang-orang melihatku seperti Avril Lavigne. Iya, aku akui kalo dia emang cantik. Tapi masalahnya bukan itu. Masalahnya ada di musik. Musik yang dia mainkan bukan tipe musik yang aku inginkan,” ungkapnya, jujur. Percayalah! (Erick)

Sold Out! Pee Wee Gaskins: Stories of Our Highschool Years

Band indie ibukota ini mampu menyedot massa. Padahal cuma punya mini album.

Band indie ibukota beraliran powerpop ini baru aja ngelaunching mini album mereka, Stories of Our Highschool Years, pada hari Jumat (11/4) lalu. Launching yang digelar di Spazio Pondok Indah Mall 2 ini emang menyedot banyak pengunjung. Penyelenggara pun sampe kalang kabut.

Band yang digawangi oleh Sansan (vokal), Dochi (gitar), Tomo (synthizer), Telor (bass) dan Aldy (drum) memang sudah kencang terdengar semenjak beredarnya singel mereka Tatiana di tahun 2007 lalu. Seiring berjalannya waktu dan ditambah dengan publikasi yang baik, akhirnya mereka sukses menyelesaikan mini album mereka yang akhirnya “dirayakan” bersama penggemarnya.

Malam itu Pee Wee Gaskins memang berhasil membuat penggemarnya tersenyum lebar. Nggak hanya singel terdahulu mereka, lagu-lagu mereka lainnya seperti Berdiri Terinjak, Here Up On The Attic, Remember The Titans, dan You Throw The Party We Get The Girls pun dibawakan dengan apik. CD mereka yang dijual pun langsung sold out saat itu juga. Salut!

So, tertarik dengan mereka? Langsung aja hubungi Sam di 085693448848.

The Changcuters: Bukan Pelawak Meski Mirip Srimulat

Bukan tentara, meski pake seragam. Pelawak? Beuuu! Bukan!

Setelah bertahun-tahun wara wiri di berbagai pensi, Tria (vokal), Qibil (gitar), Alda (gitar), Dipa (bas), dan Erick (drums) –personil The Changcuters- sekarang mulai naik daun. Album perdana mereka yang berjudul Mencoba Sukses dirilis ulang oleh sebuah label major. Tampang mereka muncul setiap hari di TV lewat sebuah iklan provider seluler CDMA.

Cowok-cowok ceking ini sekarang udah naik kelas karena jadi pemeran utama di film The Tarix Jabrix. Wah, kayaknya usaha mereka buat ‘mencoba sukses’ udah hampir berhasil nih..

Ada perubahan nggak sama The Changcuter setelah sering muncul di TV sebagai model iklan?
Tria: Lumayan sih, jadi banyak yang ngenalin. Kalau ketemu di jalan banyak yang nanya, “Eh yang iklan ‘beuuh’ itu ya?”
Erick: Tapi orang-orang taunya cuma kami tuh bintang iklan yang ‘beuuh’ itu. Jadi nama bandnya tetep pada nggak tahu. Hehehe.

Read More…

Klinik Drum: Sandy Andarusman

Sebenernya ada perbedaan karakter enggak sih, antarmerek cymbal? Misalnya, kalau suka main musik rock, apakah perlu selalu memakai cymbal Paiste? Soalnya temen saya bilang, cymbal Paiste karakternya rock? Memangnya merek lain karakternya berbeda?

Riko@Makassar

Setiap merek cymbal punya karakter yang khas. Pun setiap produsen cymbalCymbal keluaran Zildjian punya K Custom untuk penggemar jazz. Sementara A Custom punya karakter light (ringan) dan jernih yang cocok untuk untuk genre pop/jazz. Ada juga tipe Z Custom dengan karakter kasar, kuat, dan punya gain besar serta sustain yang panjang. Tipe ini cocok untuk musik rock. punya tipe sendiri untuk masing masing jenis musik.

Cymbal Paiste sendiri punya karakter dasar sangat jernih. Ini terjadi karena mengandung bahan silver (perak). Tapi jangan khawatir. Untuk musisi yang senang musik rock bisa pake cymbal Paiste bertipe Dimension, 2002 atau Vision (black). Buat pemakai cymbal Sabian yang doyan memainkan musik rock, cobalah menggunakan tipe AAX atau AA Metal X. Selamat mencoba!

Bagaimana cara melatih kaki biar enggak cepat lelah setiap bermain double pedal?

Dino, Padang

Latihan rutin menjadi kunci utama supaya kita enggak cepat letih. Cobalah bermain mulai dari tempo lambat dengan power yang keras. Sebelum merasa nyaman jangan menaikkan temponya dulu.

Read More…

Jadi Manajer Band

Jadi anak band emang asik. Bisa dikenal sama cewek-cewek, dipuja-puja pas manggung dan yang terpenting selalu keliatan cool.
Tapi, gimana dong kalo nggak bisa main alat?
Nggak usah bingung. Masih ada kok pekerjaan yang cool di seputar band. Salah satu jadi manajer. Selain dibutuhin sama anak band, posisi ini juga selalu dicari-cari sama fans. Asik, kan?
Nah, buat jadi manajer band yang baik tuh nggak gampang. Kalo berminat jadi manajer band yang seru, silakan baca tulisan ini baik-baik. Biar nggak salah jalan, jack!

Read More…